Ga Eun dilarikan ke rumah sakit. Jae Bum terduduk lemas.
“Ga Eun, kumohon jangan” gumam Jae Bum. sementara itu komisaris melihat Jae Bum dari belakang dengan perasaan sedikit bersalah.

Mi Ran terlihat stres dengan kejadian yang telah terjadi.dia telihat menghibur dirinya dengan minum2an di rumahnya. tiba2 ponselnya berdering ternyata itu dari sekretaris Yoon (anak buah komisaris)
sekretaris Yoon mengabarkan bahwa komisaris akan menepati janjinya untuk melepaskan Jung woo dan membantu mereka untuk keluar dari korea. Mi Ran terlihat senang mendengar kabar tersebut.
Jae Bun dan komisaris menunggu kabar dari dokter tentang keadaan Ga Eun. Jae Bum terlihat sangat cemas.
namun dia hanya bisa mondar mandir di depan ruang pemeriksaan. sementara itu komisaris jga terlihat sangat cemas dengan keadaan Ga Eun.
Seo Jin menemui ibu Ga Eun dan adik Ga Eun.
Seo Jin mengatakan pada ibu Ga Eun dan Young Eun dia akan meninggalkan rumahnya.
“itu merupakan keputusan yang sulit, namun aku tidak bisa menyerah untuk melepaskan young Eun” kata Seo Jin.
“Aku masih belum menerima fakta bahwa kau adalah anak komisaris. apa yang kau lakukan kurang tepat ketika ayahmu pun tak
menyerah untuk melepaskan Ga Eun”kata ibu Ga Eun.
tiba2 telepon rumah berdering. ibu Ga Eun mengangkatnya dan mendapatkan kabar bahwa Ga Eun berada dirumah sakit. ibu Ga Eun sangat terkejut.
Seo Jin, Young Eun dan ibu Ga Eun menuju kerumah sakit dan segera menanyai Jae Bum.
“Jae Bum, ada apa ini? apa maksudmu Ga Eun sedang menjalani operasi? tanya ibu Ga Eun cemas.
“Maafkan aku, ini semua karena kesalahanku” jawab Jae Bum
“Kesalahanmu? apa maksudmu? tanya ibu Ga Eun tak mengerti.
Jae Bum tak bisa berkata apa2. ibu Ga Eun terduduk lemas.
“Bagaimana keadaannya? tanya Young eun.
“kita tak akan tahu sebelum operasi berakhir” jawab Jae Bum.
Ibu Ga Eun berusaha menenangkan dirinya. diapun juga melihat komisaris yang sedang duduk cemas menunggu hasil operasi.
Ayah Mi Ran, ibu Mi Ran dan ibu Jung Woo duduk bersama di ruang tamu.
Ayah Mi Ran mengeluh dengan sikap Mi Ran yang tidak memperhatikan mereka dan Mi Ran malah sibuk memerintah mereka untuk menjadi babysiter dan hanya mengurus masalah jung Woo. Ibu Jung Woo yang berlagak seperti anak kecil memberikan pesawat2an dari kertas pada ibu Mi Ran. setelah itu ia membuka kertas yang digunakan ibu Jung woo untuk pesawat2an.
“Apa ini? tanya Ibu Mi Ran pada ayah Mi Ran.
“Huh, ini surat pemanggilan yang waktunya telah lewat” jawab Ayah Mi Ran.
Ibu Mi Ran terlihat tak mengerti. ia pun menjelaskan pada ibu Mi Ran, bahwa surat itu tertulis bahwa surat
penangkapan akan segera keluar.
“Aigoo,, bagaimana ini, apa kita harus memberi tahu Mi Ran? kata ibu Mi Ran cemas.
Ibu Mi Ran lalu menelepon Mi Ran untuk mengatakan untuk tidak membawa Jung woo pulang kerumah.
Tiba2 terdengar ketukan pintu.
“Park Jung Woo, kami dari kantor jaksa” kata salah satu jaksa.
ibu Jung Woo yang tidak tahu apa2 dan mengira itu Jung Woo langsung membuka pintu.
“Apa benar ini rumah Park jung Woo? Dimana dia?”.
“Di,,di,, a,, tidak ada disini, dia tidak dirumah” kata ibu Mi Ran gugup.
“Benarkah? tanya jaksa tak percaya.
“Kami sudah frustasi karenanya”jawab ibu Mi Ran.
sementara jaksa lainnya memeriksa rumah dan ternyata Jung Woo tidak ada.
“Surat penangkapannya sudah keluar, jika kau menemukannya katakan padanya untuk menyerahkan diri. melarikan diri akan hanya membuatnya dalam masalah” kata jaksa sambil memperlihatkan surat penangkapan Jung woo.

Ibu Mi Ran membawa ibu Jung Woo berbaring di kamarnya.

“Ya tuhan, ini sangat mengagetkanku” kata ayah Mi Ran.
“Kau ini kenapa, kok malah bersembunyi dibelakangku? tanya ibu Mi Ran.
“Sayang, aku merasa ngeri ketika aku melihat polisi, aku merasa alergi jika bertemua mereka seperi Na Ri yang alergi pada kacang”. kata Ayah Mi Ran berkilah.
“Aigoo,, apa yang akan terjadi pada Mi Ran bila Jung Woo di tanggap? desah ibu Mi Ran.
“Jika dia ingin hidup layak, seharusnya dia harus berhenti minum” kata ibu Mi Ran kesal.
Jung Woo dan Mi Ran kerumah dan langsung disambut oleh ayah ibunya.
“Kenapa kalian kesini? apa kau tidak mendengar pesanku? tanya ibu Mi Ran
“Pesan? pesan apa? tanya Mi Ran heran.
“Kalian harus pergi ini terlalu berbahaya” kata ibu Mi Ran
“Apa yang ibu katakan, komisaris memaafkan semuanya” kata Mi Ran tak mengerti
“Bukan dia, tetapi polisi datang untuk menangkap Jung Woo” kata ayah Mi Ran.
“Ada apa ini, komisaris berjanji akan membantu kita” kata Mi Ran terlihat terkejut.
“Aku pikir dia tidak bisa ikut campur dalam investigasi jaksa, Dia tidak bisa membantu banyak”.kata Jung Woo. “Lalu apa yang harus kita lakukan? “kata Mi Ran
Jung Woo masuk kekamar ibunya.
“Ibu..” sebut Jung Woo. ibunya terbangun dan mendapati Jung Woo ada didepannya.
“Apa ini ayah Jung Woo, suamiku? tanya ibu Jung Woo.
“Kenapa kau disini, ingat..kau meninggalkan aku dan membiarkan aku memilihara anak kita sendiri. kenapa kau kembali hah? ketika aku berpikir susahnya aku berjuang tetap hidup. ketika aku bekerja di tempat yang membosankan dan memikul di pasar. aku berpikir aku tak akan memaafkanmu, tapi kini sekarang aku sudah memaafkanmu”Kata ibu Jung Woo mulai meneteskan air mata. Jung Woo tak bisa berkata apa2, dia hanya mengatakan kata maaf. air matanya pun jatuh tak tertahankan lagi. “Aku sangat merindukanmu, melihat wajahmu dengan begitu dekat. tidakkah kau tahu aku hidup begitu sulit” kata ibu Jung Woo yang membuatnya semakin menangis. Jung Woo memeluk ibunya disaat Mi Ran masuk kekamarnya.
Suster berlari ke ruang operasi. Jae Bum menghentikannya.
“Bagaimana keadaannya? tanya Jae Bum
“Dokter akan mejelaskan semuanya” kata suster lalu masuk ke dalam ruang operasi lagi.
“aigoo,, bagaimana ini? apa ada yang salah dengan operasinya? kata ibu Ga Eun lemas.
suster kembali dan menanyai Jae Bum apa ada anggota keluarga yang darahnya O.
“Ada apa? tanya Jae Bum. suster menjelaskan Ga eun kekurangan darah.
“Kebetulan darahku O” kata Jae Bum.
“Apa kau keluarganya? tanya suster
“Aku tunangannya” jawab Jae Bum yang mebuat ibu Ga Eun terkejut.
Jung Woo dan Mi Ran kembali pulang kepersembunyiannya.
“Yang kita butuhkan dari komisaris adalah uang dan paspor, kita akan bersembunyi disini hingga kita pergi ke amerika” kiata Mi ran.
“Aku berpikir aku tidak bisa pergi setelah aku melihat ibu. bagaimana aku hanya memikirkan diriku sendiri, ketika ibu mempertaruhkan hidupnya untukku” kata Jung woo tertawa getir.
“Aku adalah anak yang paling buruk didunia ini” Jung woo melanjutkan.
“Setelah kita berada di tempat yang aman, kita akan mengirim ibu dan Jung Hee serta Na ri” kata Mi Ran.
“Aku bahkan bukan ayah yang baik, bagaimana aku mengakhiri ini semua” kata Jung Woo sedih.
sementara itu Jae bum dan keluarga Ga Eun menunggu kabar dari dokter.
operasi selesai. dokterpun keluar dari ruang operasi.sementara itu dari jarak jauh Seo Jin dan ayahnya melihatnya.
“Bagaimana keadaannya? tanya Jae Bum
“Operasi berjalan baik, tetapi kita harus menunggu” kata dokter.
“Apa maksudmu keadaannya masih dalam bahaya? tanya Jae Bum cemas.
“Tekanan darahnya turun sangat drastis, waktu 24 jam ini adalah waktu yang sangat krusial” kata dokter.
ibu Ga Eun jatuh lemas..”Ya tuhan, apa yang harus kita lakukan”…
“Dokter tolong selamatkan dia, ambil semua darahku jika kau butuh untuk menyelamatkan dia, kumohon..” kata Jae Bum.
“Kami akan melakukan yang terbaik, ku harap dia bisa bertahan” kata dokter.
Jae Bum terhuyung lemas.. sementara itu Young eun berusaha menenangkan ibunya.
Komisaris pulang dengan perasaan bersalah.
dia terhuyung dan hampir jatuh. Seo Jin memeganggnya.
“Ayah, Ini tidak akan terjadi jika kau menghentikannya lebih awal” kata Seo Jin.
komisaris hanya terdiam dan masuk kedalam ruangnya.
Mi Ran menghubungi sekretaris Yoon.
“Kapan kita bisa mengambil uang dan paspornya, bisakah kau mengatakan pada komisaris untuk lebih cepat? pinta Mi Ran. tiba2 raut wajahnya berubah.
“Apa?? Nyawa Ga Eun dalam bahaya? tanya Mi Ran terkejut. begitu pula Jung Woo.
Jae Bum masuk keruangan Ga Eun dan duduk disampingnya.
“Ga Eun, mengapa kau menyelamatkan aku, tolong buka matamu” pinta Jae Bum sambil menangis.
“Tolong buka matamu dan cium dahiku sekali lagi, tolong katakan ini tidak nyata, kau hanya bercanda”,
Komisaris duduk diruang kerjanya. kata2 Jae Bum dan Ga Eun terus teringang ditelingakanya. bahkan saat Ga Eun memohon kepadanya untuk melepaskan Jae Bum.
“Apa yang telah aku lakukan padamu, Ga Eun” gumam komisaris.
Mi Ran mulai minum2 lagi. Dia mulai cemas dengan apa yang telah terjadi.
“Mengapa kau mengelabui Ga Eun? bagaimana kau akan memikul rasa bersalah jika dia meninggal? tanya Jung Woo.
“Jangan mencelaku, aku sudah cukup menderita. apapun yang kau katakan, aku tidak akan menyesali yang telah aku lakukan. aku akan melakukan apapun untuk menyelamatkanmu” kata Mi Ran.
“Apa?” kata Jung Woo terkejut.
“Kau segalanya bagiku, kau harta yang paling berharga bagiku, bagaimana bisa aku melihatmu hancur? kata Mi Ran sedih.
“Aku tahu kau tinggal bersamaku karena kau terpaksa. kau tak bisa meninggalkanku karena aku ibu Na Ri” kata Mi Ran menangis,
“Bukan seperti itu Mi Ran” kata Jung Woo.
“Tetapi aku akan selalu mencintaimu, melindungimu dan mimpimu” kata Mi Ran.
(Aduh,,walaupun Mi Ran jahat ternyata dia juga punya sisi baik.. kalau menurutku dia melakukan itu semua karena Jung Woo. namun terkadang caranya salah)
Jae Bum pergi ke gereja dan berdoa.
“Tolong jangan ambil Ga Eun dariku” batin Jae Bum dalam hati,
“Dia tak pernah bahagia dalam hidupnya, dan aku berjanji akan membahagiakannya”.
Jae Bum mengingat masa2 indah bersama Ga Eun. “Tuhan, tolong bantu aku untuk menepati janjiku padanya.
Tiba2 Ga Eun datang mengenakan pakaian pengantin. Ga Eun mendekati Jae Bum dan mengulurkan tangannya. namun ketika Jae Bum menyambut tangan Ga Eun. bayangan Ga Eun menghilang.
Jae Bum berjalan lemas kekamar Ga Eun. sementara itu ibu Ga Eun berlari mencari Jae Bum untuk mengabarkan bahwa Ga Eun telah siuman.
Jae Bum sangat senang. dia lalu segera berlari kekamar Ga Eun.
Jae Bum memegang tangan Ga Eun. “Terima kasih telah hidup, Ga Eun” kata Jae Bum.
Ga eun membuka matanya dan membelai rambut Jae Bum. “Terima kasih telah hidup” kata Jae Bum. Ga Eun tersenyum.
Komisaris mendapat kabar tentang sadarnya Ga Eun dari Seo Jin. komisaris terlihat sangat senang.
komisatis pergi kerumah sakit untuk menemuai Ga Eun.
“Komisaris, masuk dan duduklah” kata Ga Eun
“Aku datang untuk minta maaf padamu. aku pikir aku akan mendapatkan hatimu bila aku memberikan semua apa yang kau pinta. aku tahu hatimu telah milik Ja Bum, tapi aku pikir aku merubahnya” kata komisaris.
“Di dalam hidupku aku tidak tahu apa yang benar2 penting, aku minta maaf”..
“Akulah yang seharusnya minta maaf padamu komisaris. akulah orang yang menyakiti hatimu” kata Ga Eun
“Seperti orang bodoh, aku menyakiti hati orang lain, namun pada waktu yang sama akupun menyakiti hatiku sendiri. aku orang munafik yang mencoba untuk menghukum orang yang telah menyakitiku.
itulah sebabnya sekarang aku mendapat ganjarannya. jadi maafkan aku” pinta Ga Eun.
Komisaris lalu mengambil dokumen star fashion dan memberikannya pada Ga Eun namun dia menolak. komisaris menjelaskan ini semua bukan maksud apa2. komisaris akan mendukung Ga Eun dan Jae Bum. namun Ga Eun tetap menolak. Walaupun star fashion milik ayahnya. namun Ga Eun menganggap dia mendapatkan ini semua karena dia menggunakan kekuatan komisaris. ayahnya tak akan menyukainya. karena ayahnya pernah berkata untuk menemukan kebahagiaan dengan cara yang benar. Komisaris mengatakan dia banyak belajar dengan kejadian ini, oleh sebab itu dia ingin mengucapkan terima kasih dan maaf..
Sementara itu Mi Ran tetap dengan kebiasaan buruknya dengan minum2an dirumahnya.
(Bagaimana kau bisa menjual nama anakmu?)kata2 itu terngiang ditelinga Mi Ran.
“Ga Eun mendatangi Na ri walaupun dia tau itu jebakan, dan aku menjual Na Ri demi Jung wo” gumam Mi Ran getir. Pintu rumah terbuka, ayah dan ibu Mi Ran masuk kerumah disaat Mi Ran sedang minum2an.
Ayah Mi Ran terkesan tak peduli dengan keadaan Mi Ran dan hanya asik dengan semangka bawaannya. namun tidak demikian dengan ibu Mi Ran. Ia pun duduk di samping Mi Ran.
“Sayang, kau tak bisa menghabiskan waktu tiap hari dengan alkohol” kata ibu Mi Ran.
“Kami seharusnya membawamu ke pusat rehabilitasi”.
“Ibu, mengapa aku menyukai ini? aku sangat takut dicampakkan, aku sangat takut bila Jung Wo akan meninggalkan aku. aku bahkan melupakan anakku demi obsesiku pada Jung woo” kata Mi Ran.
“Apa maksudmu? tanya ibu Mi Ran.
“Ibu, mengapa aku merasa sangat kosong? mengapa aku merasa sangat kering? apapun yang kulakukan, aku selalu merasa haus akan cinta” keluh Mi Ran,
“itu pasti perasaan dendam dalam hati karena aku meninggalkanmu saat masih kecil” kata ibu Mi Ran.
“Aku sangat benci bila sesorang meninggalkanku” kata Mi Ran mulai menangis.
“ini semua kesalahanku, aku yang membuatmu seperti ini. Mi Ran maafkan aku. aku bukan ibu yang baik bagimu” kata ibu Mi Ran sedih.
“Aku sangat membencimu karena telah meninggalkanku namun akupun tak beda dengamu” kata Mi Ran menangis.
“Mi Ran, maafkan ibu” kata ibu Mi Ran menangis.
“Ibu maafkan aku, Aku tak akan membencimu lagi, aku tahu perasaanmu. hatimu kosong seperi apa yang aku rasakan. jadi kau hanya memikirkan dirimu sendiri tanpa memikirkan orang lain”