Anyeong yereboun…hahah kembali buat sinop disela2 kesibukan, tapi emng bener ya,, kalau lagi sibuk tapi pas otak lagi mood ya tetep jalan. tapi sebenernya ku juga gak niat buat nih sinop drama. cuma nyempil aja..
Pink Lipstick Episode 147 bukan episode versi indosiar, tapi ini versi aslinya. kalau yang asli durasinya hanya setenga jam saja. mungkin diindosiar 1 hari di putar 2 episode. cuma aku suka banget ma episode ini.. sumpeh deh, Jae Bum co cweet banget.. hahha.. Udah ah,, langsung aja ya.. ini adalah 3 episode terakhir Pink Lipstick..
Hari pernikahan Ga Eun dan komisaris tiba. Ga Eun menuju altar dengan langkah yang berat.
“Jae Bum,lupakan aku dan jangan pernah maafkan aku” gumam Ga Eun sedih.

tepuk tangan mengiringi langkah Ga Eun. namun tiba2 Ga Eun menghentikan langkahnya
ia masih ragu dengan apa yang dia lakukan. Ga Eun melihat ke arah komisaris.
komisaris menganggukkan kepalanya untuk meyakin Ga Eun.

Baru beberapa langkah berjalan, Jae Bum datang dan meraih tangan Ga Eun. Ga Eun sangat terkejut begitu pula komisaris dan semua para tamu undangan

Jae Bum melempar bunga Ga Eun kearah komisaris dan membawa lari Ga Eun.

Seo Jin datang membawa mobilnya, Ga Eun masuk kedalam mobil
“Seo Jin, terima kasih, aku tak akan melupakan ini” kata Jae Bum lalu masuk ke dalam mobil

Komisaris sangat marah pada Seo Jin hingga menamparnya.
“Kau kurang ajar, bisa2nya kau mengkhianatiku seperti ini” kata komisaris sangat marah.
“Ayah berhentilah, ini juga tidak mudah bagiku” kata Seo Jin
“Dimana mereka, kemana kau mengirim mereka? tanya komisaris
“Aku tidak tahu, bahkan jika aku tahu aku tak akan mengatakannya” Ucap Seo Jin tegas.
komisaris memerintahkan anak buahnya untuk menemukan Ga Eun dan Jae Bum.

Seo Jin meminta maaf pada ibu Ga Eun kerena membuatnya shock. ibu Ga Eun terlihat sangat terkejut dengan kejadian ini.
“Apa kau yakin Ga Eun dan Jae Bum akan selamat? tanya ibu Ga Eun.
“Ya ibu” jawab Seo Jin.
ibu Ga Eun dan adik Ga Eun kemudian pergi.

Ga Eun dan Jae Bum akhirnya berhenti disuatu tempat
“Maaf aku terlambat” kata Jae Bum. Ga Eun menggeleng.
“Aku tak akan pernah membiarkan tangan ini pergi lagi. apapun itu aku akan selalu berada disampingmu” kata jae bum sambil memegang tangan Ga Eun.
“Jae Bum, aku tak pantas bersanding denganmu” kata Ga Eun
“Jangan katakan itu, aku tahu perasaanmu tanpa kau mengatakan padaku” kata Jae Bum sambil memeluk Ga Eun.
“Maafkan aku, aku mencintamu” kata Ga Eun. Jae Bum terlihat senang dengan ucapan Ga Eun.
Komisaris sangat marah pada anak buahnya karena belum menemukan mereka. ia meminta untuk mulai mencari dari seseorang yang mungkin dihubungi oleh mereka berdua, entah teman atau keluarga begitu pula dengan Seo Jin.
“Beraninya mereka melakukan ini padaku” kata komisaris sangat marah
Mi Ran pergi ke menemui Jung Woo.
“Yeobo, ada berita besar. Ga Eun melarikan diri bersama Jae Bum saat pernikahan” kata Mi Ran.
Jung Woo sangat terkejut dengan berita itu.
“Kau tidak seharusnya tertarik tentang itu, jika Ga Eun mengkhianati komisaris, harapan terakhir kita akan sia-sia” kata Jung woo
“Ini akan lebih baik untuk membuat kesan baik padanya” kata Mi Ran
“Maksudmu,kau ingin kita menemukan mereka duluan? tanya jung woo.
“Tepat sekali, aku mempunyai rencana untuk itu” kata Mi Ran yakin.
 

“Ini seperti mimpi, berada di dunia yang berbeda” kata Ga Eun
“Aku merasakan hal yang sama. kita telah hidup susah hingga sekarang, mari pikirkan masa depan kita”kata Jae Bum
“Lupakan semua kepedihanmu dan mulai kehidupan baru”.
“Aku tak pantas untukmu, aku selalu membuatmu terluka. kata Ga Eun
“katamu kau ingin menghapus air mataku dikehidupan selanjutnya. aku tak bisa menunggunya. setiap saat aku selalu meminta maaf. aku ingin memberimu ciuman” kata Jae Bum

Jae Bum tiba2 mencium Ga Eun. Ga Eun sangat terkejut.
“Ahh,,aku hanya ingin memastikan ini mimpi atau bukan” kata Jae Bum tersenyum.
“Kau juga ingin memastikan kan, ayoo, cium aku” kata Jae Bum sambil menyodorkan pipinya.
tiba2 perut Jae Bum berbunyi.ternyata Jae Bum belum makan semenjak kemarin. mereka pun pergi mencari makanan.
Mereka akhirnya menyewa sebuah penginapan. Jae Bum terlihat sangat senang. ia memasakkan sebuah rebusan untuk Ga Eun dan menyuruhnya untuk makan.
Ga Eun sangat berterima kasih atas apa yang diberikan oleh Jae Bum padanya.
“Ahh,,kau terus mengatakan terima kasih, jangan pernah katakan itu lagi” kata Jae Bum.
Jae Bum berjanji pada Ga Eun akan membuatnya bahagia.
“Aku tak tahu apakah aku harus bahagia ketika keluargaku mungkin mengalami masalah”kata Ga Eun.
“Aku akan mencari jalan lain untuk menghubungi mereka, jadi jangan khawatir” kata Jae Bum menenangkan.
Ia pun menyuapi Ga Eun dengan masakan buatannya.
Sementara itu ibu Ga Eun dan adiknya sangat cemas dengan keadaan Ga Eun. ibunya senang karena Ga Eun telah berada disisi orang
yang ia cintai. namun melihat usaha komisaris untuk menemukan mereka berdua membuat ibu Ga Eun cemas. namun adik Ga Eun menenangkan ibunya
dengan mengatakan bahwa Jae Bum akan melindungi Ga Eun.
“Ayah tolong lepaskan Jae Bum” pinta Seo Jin.”Kau lihat sendiri, cinta mereka mengalahkanmu, tidak bisakah kau melakukannya”.
“Diam, apa yang kau tahu. aku tak butuh nasihat. aku pun tak punya anak yang menkhiataniku” bentak komisaris.
“Aku mengikuti kata hatiku, aku tak suka pernilaianmu atau perasaan cintamu. tetapi aku tidak bisa mengatakannya karena takut seperti kakak”
“Cukup, pergi kau” teriak komisaris sangat marah.
“Jika aku pergi, kau akan sendiri dirumah ini.Siapa yang akan berada disisimu? tolong jangan melakukan sesuatu yang membuatmu menyesal” kata Seo Jin lalu pergi.
Jae bum meminta Ga Eun untuk memasukkan kakinya ke dalam baskom berisi air panas. karena seharian Ga Eun mengikutinya dengan menggunakan sepatu berhak. namun Ga Eun terlihat enggan melakukannya.
Jae bum lalu menarik kaki Ga Eun untuk masuk kedalam baskom. (aduh,, mas Jae Bum ini perhatian banget ya,haha)
“Ga Eun, aku tahu ini berat tetapi aku tidak akan membiarkanmu menderita lagi” kata Jae Bum.
“Dimanapun kaki ini melangkah. aku akan berada pada jalur itu” kata Jae Bum sambil membasuh kaki Ga Eun.
Sementara itu komisaris masih memikirkan apa yang dikatakan Seo Jin. komisaris terlihat sangat marah.
“Dasar orang tak tahu terima kasih” gumam komisaris.
Pemilik penginaapan membawakan Ga Eun dan Jae Bum selimut. pemilik penginapan merasa senang dengan kehadiran mereka.
ia meminta mereka segera istirahat.
“Lihat, sepertinya dia mengira kita adalah pasangan pengantin baru, dia hanya memberikan 1 selimut” kata Jae Bum
(hahha akhirnya mereka tidur dengan posisi kayak diatas. Ga Eun pake selimut sedangkan Jae Bum gak pake selimut. Liatlah deh di kasih pembatas payung haha mereka berdua lucu banget)
“Kau tak bisa tidur? tanya Jae Bum
“Tidak” jawab Ga Eun.
“Kenapa kau tak bisa tidur? kau pasti capek” kata Jae Bum
“Aku hanya tak bisa tidur, bagaimana dengamu? tanya Ga Eun
“Aku sedang berdoa, aku berdoa pada tuhan semoga kau tak akan pernah merubah hatimu hingga kita tua dan mati dengan waktu yang sama” kata Jae Bum. (ampun deh ni orang so sweet banget.)
“Kenapa kau tidak mengatakan apapun?
“aku hanya takut komisaris akan menemukan kita” jawab Ga Eun
“Jangan khawatir, Seo Jin akan membantu kita untuk tinggal di amerika atau dimanapun kau ingin pergi” kata Jae Bum
“Kau ingin meninggalkan negeri ini untuk bersembunyi dari komisaris? tanya Ga Eun.
“Bukan hanya itu saja, tempat ini membawa kenangan yang menyakitkan untukmu, mari memulai kehidupan baru ditempat yang baru”
“Jae Bum, aku tak bisa meninggalkan tempat ini, ayahku, Seung Eun, Na Ri. semua ada disini, maafkan aku” kata Ga Eun
Jae Bum mendekati Ga Eun dan memeluknya.
“Ya, aku mengerti perasaanmu, kita mulai dari sini. hal penting yang harus kita lakukan adalah memikirkan pernikahan kita” kata Jae Bum.
Mi Ran berusaha menghubungi Ga Eun. Dia menggunakan alasan Na Ri agar Ga Eun keluar dari persembunyiannya.
“Kau pikir ini akan berhasil? kata Jung Wo tak yakin.
Mi Ran lalu berpikir Ga Eun mungkin tak membawa ponselnya. diapun mengirim voice message pada Jae Bum agar memberitahu Ga Eun.
tiba2 terdengar ketukan pintu. Jung Woo membuka pintu.
betapa terkejutnya ia mendapati anak buah komisaris masuk kerumahnya dan membawanya pergi.
Jung Woo dan Mi Ran di bawa menghadap komisaris.
“Komisaris tolong maafkan kami” kata Mi Ran.
“Aku memiliki penawaran bagi kalian, jika kalian setuju aku akan melupakan tentang penculikan itu” kata komisaris.
“kami akan melakukan apapun agar anda memaafkan kami” kata Mi Ran.
Jae bum mengaktifkan ponselnya dan mendapati pesan dari Mi Ran. Ia pun meminta Ga Eun untuk menghubungi ibunya. sebelum pergi Jae Bum meminta Ga Eun mematikan ponselnya setelah menghubungi ibunya.
“Ibu ini aku, Ga Eun” kata Ga Eun.
“Ga Eun apa kau baik2 saja? kau bersama Jae Bum? jangan khawatir denganku” kata ibu Ga Eun.
“Jaga dirimu, pastikan kau tak tertangkap”. “Iya ibu, aku akan menghubungimu lagi” jawab Ga Eun.
Ga Eun pun menutupnya. tiba2 pesan text masuk dari Mi Ran yang berisi pesan bahwa Na Ri sakit. ia meminta Jae Bum untuk memberi tahu Ga Eun.
Ga Eun dengan gugup menghubungi Mi Ran.
“Mi Ran ada apa dengan Na Ri? tanya Ga Eun.
“Oh Ga Eun. Na Ri demam tinggi, dia selalu mengigau dan menyebut namamu” kata Mi Ran berbohong.
“Dia mencariku?”….”Segeralah datang” pinta Mi Ran. “Aku akan segera datang” kata Ga Eun gugup.
Setelah itu Mi Ran meminta komisaris agar menepati janjinya untuk melepaskan suaminya.
Jae Bum kembali dan melihat Ga Eun sangat gugup.
“Ada apa Ga Eun? kau membaca pesan Mi Ran? tanya Jae Bum.
Ga Eun mengangguk. “tunggu sebentar, ini mungkin saja jebakan. kita tak bisa mempercayai apa yang ia katakan setelah perlakukannya selama ini” kata Jae Bum.
“Apa maksudmu dia berbohong? tanya Ga Eun.
“Walaupun demikian, ia tak mungkin berbohong tentang Na Ri” kata Ga Eun.
“Ga Eun….”….
“Tidak, bahkan jika dia berbohong, aku harus tetap pergi. bagaimana jika Na Ri benar2 mencariku?”.
Seorang ibu harus pergi jika anaknya membutuhkannya.
“Baiklah kita akan pergi bersama, jika Na Ri anakmu, dia juga anakku” kata Jae Bum.
Ga Eun dan Jae Bum pergi ke rumah Mi Ran.
“Mi Ran bagaimana keadaan Na Ri, apa demamnya sudah turun, dimana dia? tanya Ga Eun.
“Dia ada didalam kamar” kata Mi Ran gelisah.
Ga Eun dan Jae Bum masuk kekamar dan mendapati ruangan kosong, tak ada Nari diruangan itu. mereka berdua menyadari itu semua jebakan.
Ketika mereka berdua keluar. anak buah komisaris datang.
“Ikut dengan kami, komisaris telah menunggu”kata salah satu anak buah komisaris.
“Aku berbohong tentang Na Ri? tanya Ga Eun marah.
“Aku tak punya pilihan” jawab Mi Ran.
“Bagaimana bisa kau menggunakan Na Ri seperti ini dan kau menyebut dirimu ibunya,,hah?”
“Apa yang bisa ku lakukan, aku harus menyelamatkan Jung Woo” kata Mi Ran membela diri.
Mereka berdua akhirnya pergi menemui komisaris.
“Komisaris, menyerahlah. kau berusaha memisahkan kami, tapi kami akan tetap bersama” kata Jae Bum
“Baiklah, aku akan memperlihatkan pada kalian konsekuensi dari sebuah pengkhianatan” kata komisaris.
Ga Eun berlutut pada komisaris.”Aku yang mengkhianatimu, bukan Jae Bum. aku akan melakukan apapun yang kau inginkan, jadi kumohon lepaskan Jae Bum” pinta Ga Eun.
“Ga Eun, apa yang kau katakan, cepat bangun” pinta Jae Bum.
“Sudah terlambat, tidakkah kau dengarm bawa dia pergi” kata komisaris.
“Tidak, kumohon, maafkan kami, aku akan membayar pengkhianatan ini, ini bukan salahnya, ini kesalahanku”
Kumohon, maafkan dia dan hukum aku”
“Ga Eun bangun, apa kau ingin aku gila” teriak Jae Bum.
“Aku tak peduli tentang diriku selama dia tidak terluka” kata Ga Eun terus memohon.
“Sudah lebih kau melakukan ini, aku tak bisa memaafkan Jae Bum” kata komisaris lalu mendorong Ga Eun.
“Apa yang anda lakukan? Ga Eun bukanlah barangmu, dia bukan barang yang bisa memenuhi kesenanganmu” teriak Jae Bum

“Diam kau” teriak komisaris balik.

“apa ini yang kau sebut cinta hah??kata Jae Bum. “kubilang kau diam”teriak komisaris mulai memcahkan perabot yang ada dirumahnya.

“Tidak bisakah kau lihat bahwa suatu saat barangmu akan rusak? mencekik orang bukanlah cinta” teriak Jae Bum.

Komisaris hilang kendali, dia mengarahkan stik golfnya untuk memukul Jae Bum, namun Ga Eun mendorong Jae Bum. alih-alih memukul Jae Bum, komisaris malah memukul Ga Eun.
Ga Eun hilang kesadaran..